Tantangan Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Indonesia


Keterpurukan infrastruktur Indonesia dan perlunya Investasi untuk penguatan infrastruktur.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) bertajuk Global Competitiveness Report 2013-2014, Indonesia mendapatkan peringkat 61 dari 148 negara dalam aspek daya saing di bidang infrastruktur. Daya saing di bidang infrastruktur mencakup kemudahan mengakses infrastrukuktur fisik seperti jalan, rel, pelabuhan, transportasi udara, jaringan listrik, jaringan komunikasi dan lain sebagainya. Hal ini merupakan sebuah pencapaian positif mengingat tahun lalu dalam aspek yang sama Indonesia masih menempati peringkat 78. Bahkan dalam laporannya, WEF menyebutkan pembangunan infrastruktur merupakan faktor utama yang membuat Indonesia menjadi salah satu Negara yang mengalami kemajuan terbesar. Namun, jika dibandingkan dengan beberapa Negara di ASEAN, kualitas infrastruktur kita masih tertinggal jauh. Daya saing infrastruktur Malaysia berada di peringkat 29, Thailand ke-47, Brunei Darussalam ke-58, bahkan Singapura berada di peringkat ke-2.

Performance of ASEAN members in the 2013–14 GCI and the 12 composing pillars, rank out of 148 economies

Performance of ASEAN members in the 2013–14 GCI and the 12 composing pillars, rank out of 148 economies

Upaya menjadikan Indonesia sebagai Negara maju seperti yang dicita-citakan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) atau membuat Indonesia mampu bersaing dalam persaingan global bertumpu pada pentingnya ketersediaan infrastruktur sebagai salah satu pilar bidang pembangunan. Sebab ketersediaan infrastruktur dapat mendorong efisiensi dan efektifitas kegiatan ekonomi. Oleh karena itu investasi di bidang infrastruktur menjadi hal mutlak untuk diusahakan pemerintah. Kegagalan melakukan investasi infrastruktur secara baik menandakan kegagalan menjaga dan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi suatu bangsa secara berkelanjutan.

Komitmen Pemerintah dalam penguatan infrastruktur

Mengingat kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak mungkin ditutup sendiri oleh Pemerintah, maka investasi oleh swasta menjadi sumber pendanaan komplementar untuk penguatan infrastruktur Indonesia. Menyadari hal itu pemerintah berkomitmen untuk mendorong swasta untuk berinvestasi di bidang infrastruktur melalui skema Kerjasama Pemerintah Swasta (Public Private Partnership. Saah satu langkah nyata yang diambil pemerintah dalam penguatan infrastruktur dapat dilihat dari perkembangan alokasi dana di bidang infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari tahun ke tahun.

Anggaran Infrastruktur Indonesia 2007-2013

Anggaran Infrastruktur Indonesia 2007-2013

Komitemen pemerintah juga ditunjukan dengan pembentukan lembaga-lembaga yang bertugas memberikan insentif kepada swasta untuk berinvestasi di bidang infrastruktur, seperti PT Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dan PT Sarana Multi Infrastruktur. Secara komprehensif dukungan investasi infrastruktur oleh pemerintah diimplementasikan melalui beberapa instrumen meliputi : penyiapan proyek KPS dengan skema Project Development Services (PDS) yang diperbantukan oleh PT Sarana Multi Infrstruktur; pemerintah menyediakan dana talangan untuk program KPS melalui Pusat Investasi pemerintah (PIP) serta penjaminan resiko infrastruktur melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia. Selain itu pemerintah telah berhasil menetapkan sejumlah kerangka kerja legal dan regulasi untuk skema KPS. Regulasi utama untuk skema KPS di Indonesia ialah Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005, yang direvisi kemudian melalui Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010 dan Nomor 56 Tahun 2011.

Kendala yang dialami oleh beberapa langkah yang diambil pemerintah

Terlepas dari berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk pembiayaan infrastruktur, masalah pendanaan proyek pembangunan infrastruktur masih menjadi masalah utama yang banyak diutarakan oleh berbagai stakeholder, baik itu dari kalangan praktisi, birokrat, hingga para ahli. Padahal berbagai kebijakan pemerintah yang telah disebutkan sebelumnya telah dilakukan sejak tahun 2006. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya permasalahan dalam skema pembiayaan KPS itu sendiri.

Beberapa tantangan yang perlu dijawab guna mengefektifkan skema pembiayaan ini diantaranya; kurang jelasnya perundang-undangan skema KPS yang ada sehingga cenderung menghambat pengintegrasian sektor swasta dalam proses pembangunan infrastruktur; minimnya kapasitas institusi terkait baik itu Kementerian perencana maupun Kementerian pelaksana dalam menjalankan kebijakan dan program infrastruktur yang berakibat pada pembatasan ruang gerak sektor pembanguan infrastruktur antara lini nasional mapun diantara lini nasional dan regional.

Keseriusan pemerintah untuk menguatkan infrastruktur Indonesia kedepan setidaknya harus dijawab dengan berbagai kebijakan strategis yang harus diambil ambil untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut. Reformasi pada kinerja pemerintah dalam menerapkan perundan-undangan skema KPS perlu dilakukan guna membangun iklim investasi di bidang infrastruktur. Selain itu, penguatan integrasi dan koordinasi kinerja berbagai kementrian terkait yang memegang fungsi sebagai perencana, pelaksana, dan regulator harus diperbaiki guna mencegah berbagai rencana pembangunan yang kontraproduktif. Beberapa hal tersebut layaknya patut dipertimbangkan oleh pemerintahan baru nanti dalam rangka mewujudkan cita-cita memajukan Negara Indonesia seperti apa yang telah tercantum baik dalam MP3EI atau dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). 

Kepustakaan

  • Ja’far, Marwan. 2007. Infrastruktur Pro Rakyat. Yogyakarta: Pustaka Tokoh Bangsa.
  • The World Bank. 2006. Ikhtisar Era Baru dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia. Jakarta: Gradasi Aksara.
  • World Economic Forum. 2013. The Global Competitiveness Report 2013-2014. Geneva: SRO-Kundig.
  • Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Kementrian Keuangan. 2014. Rekomendasi Kebijakan Untuk Infrastruktur.
  • Badan Kebijakan Fiskal. Kementrian Keuangan. 2010. Kajian Komitmen Pemerintah Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur: Studi pada Dukungan dan Jaminan Pemerintah.
  • Kementrian Keuangan. 2013. Inisiatif Indonesia Untuk Pembiayaan Investasi Infrastruktur
  • Dalam Kerja Sama Global.

Mencari Sosok Pemimpin Menurut Islam


“Those occupying leadership roles who completely lack integrity are what we call ‘Blind shepherds’. They are not really ‘bad’ leaders, because they are not leaders at all: they are misleaders.” – John Adair dalam bukunya The Leadership of Muhammad.-

Perhelatan pemilu yang akan digelar tahun ini memunculkan suatu fenomena yang cukup memperihatinkan ditengah kita. Fenomena yang sebenarnya sudah ada sejak jaman Orde Lama, kini hadir dalam transformasi yang berbeda. Fenomena itu kita kenal dengan kampanye hitam. Munculnya calon presiden yang hanya terdiri dari dua calon dengan figur yang sama-sama kuat, membuat rakyat Indonesia begitu terpolarisasi dan menghadirkan sebuah kontestasi yang cukup panas. Fanatisme yang ditunjukan oleh para simpatisanpun muncul dalam bentuk kampanye hitam sebagai upaya meningkatakan elektabilitas calon presiden yang mereka dukung. Mudahnya akses informasi seperti sekarang membuat kampanye hitam ini bersifat massif, cepat, dan tidak terbendung. Alhasil setiap hari kita dijejali dengan berbagai kampanye hitam yang mengaburkan preferensi kita dalam memilih calon pemimpin Indonesia.

Dalam Al-quran dan As-Sunah, Islam telah memberikan koridor yang jelas kepada kita sebagai preferensi umum untuk memilih pemimpin, termasuk memilih pemimpin Negara. Pada hakikatnya islam mengingatkan masing-masing dari kita mendapatkan posisi sebagai khalifah (pemimpin) dimuka bumi ini, setidaknya pemimpin bagi diri kita sendiri.

Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al-Baqarah: 30)

Rasulullah kembali menegaskan ayat tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari bahwa masing-masing dari kita adalah pemimpin (khalifah) dan akan diminta pertanggungjawabannya atas apa yang kita pimpin. Secara umum kata khalifah bermakna “pengganti” atau “perwakilan”. Dalam konteks QS AL Baqarah ayat 30, khalifah berarti perwakilan Allah untuk merawat dan memberdayakan bumi beserta isinya.

Bagaimana seorang dapat merawat dan memberdayakan kehidupan di bumi? Prasyarat untuk menjalaskan tugas tersebut adalah mempunyai al-ilmu atau wawasan atau pengetahuan akan apa yang dipimpin. Sebenarnya ilmu akan apa yang tengah dipimpin merupakan sarana dalam mengenal Allah. Karena pada dasarnya Allah tidak dapat dikenal dari dzat-Nya, namun dikenali dari ciptaan-ciptan-Nya. Ilmu merupakan sebuah manifestasi rasa takut kita kepada Allah.

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat, akan tetapi ilmu adalah rasa takut kepada Allah”. Rasa takut kepada Allah dapat muncul jika seseorang memiliki ilmu, sehingga dia tahun akan kebesaran Allah, kekuasaan Allah dan segala sifat kebesaran Allah. Seorang pemimpin yang memiliki ilmu akan menunjukan rasa takutnya kepada Allah dalam bentuk integritas pribadi.

Sudah sering telinga kita mendengar para elit Negara kita tersangkut dalam berbagai kasus korupsi. Sebuah contoh yang menunjukan minimnya integritas dalam pribadi mereka. John Adair dalam buku The Leadership of Muhammad menyindir para pemimpin yang tidak memiliki integritas dengan menyebutkan bahwa mereka bukanlah “bad leader” karena pada dasarnya mereka tidak layak menjadi pemimpin sama sekali.

Pemimpin yang baik setidaknya memiliki prasyarat pertama ini, yaitu memiliki integritas pribadi sebagai manifestasi rasa takutnya kepada Allah karena telah memiliki ilmu. Para pemikir lain memiliki terminologi yang berbeda untuk syarat ini, yang pada dasarnya merupakan inti dari sebuah integritas. Syarat-syarat tersebut seperti kejujuran, amanah, adil, memberikan contoh dll.

Ilmu merupakan syarat komplementar dalam diri seseorang. Dibutuhkan syarat lainnya untuk membungkus kemampuan seorang pemimpin yang memiliki ilmu. Ibn Taimiyah menyebut syarat selanjutnya yang membungkus al-ilmu adalah al-quwwat. Syarat ini mempunyai makna yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dalam beberapa contoh kisah kepemimpinan dalam al-quran setidaknya al-quwwat memiliki dua makna.

Raja Thalut :

“Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) atas kalian dan telah mengkaruniakan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik (basthat fi al-‘ilm wa al-jism)”

(QS. Al-Baqarah: 247).

Nabi Yusuf:

“Dan ketika dia (Yusuf) telah dewasa, Kami memberikan kepadanya hukm dan ‘ilm” (QS. Yusuf: 22).

Nabi Dawud dan Sulaiman:

“Maka Kami telah memberikan pemahaman tentang hukum (yang lebih tepat) kepada Sulaiman. Dan kepada keduanya (Dawud dan Sulaiman) telah Kami berikan hukm dan ‘ilm” (QS. Al-Anbiya’: 79).

Nabi Thalut dikaruniai kelebihan ilmu dan fisik, dalam konteks ini al-quwwat berarti fisik yang mumpuni. Karena pada saat itu terjadi berbagai peperangan sehingga seorang pemimpin pada saat itu selain harus memiliki ilmu juga harus ditunjang dengan fisik yang mumpuni. Sedangkan pada kisah Nabi Dawud, Yusuf dan Sulaiman dikaruniai kemampuan hukum yaitu kemampuan dalam memutuskan sebuah perkara. Maka dalam konteks terakhir, al-quwwat berarti kemampuan hukum.

Dalam sebuah artikel berjudul “The Ideal Leader” yang dipublikasikan dalam Ivey Business Journal (Februasi, 2011), mengungakapkan sebuah pemahaman menarik tentang kepemimpinan. Esensi dari sebuah kepemimpinan adalah bagaimana seseorang mampu memberikan arahan untuk mencapai visi. Kemampuan dalam memberikan arahan merupakan hal yang lebih mendasar daripada kriteria lain pemimpin ideal, tentunya kemampuan memberikan arahan didapatkan ketika telah memiliki ilmu.

Didunia globalisasi seperti ini, seorang pemimpin haruslah dapat membaca tantangan kedepan yang akan dihadapi. Seorang presiden haruslah dapat membaca persaingan global yang akan dihadapi, sehingga dia dapat menggagas sebuah perencanaan (arahan) untuk pembangunan Negera kedepannya. Maka dalam konteks sekarang ini al-quwwat bermakna kemampuan dalam memberikan arahan untuk mencapai visi.

Dua syarat tersebut al-ilmu dan al-quwwat seharusnya menjadi preferensi kita untuk menentukan pemimpin termasuk memilih presiden. Sehingga berbagai konten kampanye hitam yang masuk ke kita dapat kita sikapi dengan bijak. Kedepankan sifat optimisme ketimbang sifat pesimisme dalam mencari pemimpin karena masing-masing dari kita memiliki andil untuk siapapun pemimpin yang terpilih. Wujudkan kepeduliah kita dengan berbagai cara yang dapat mengupas al-ilmu dan al-quwwat dari setiap calon pemimpin kita seperti dengan cara mengkritsisi visi misi calon yang ada.

Have I told you lately that I love you?


Cute-Love-Backgrounds

Have I told you lately that I love you?

Spoiler banget temen gw yang satu ini, Dio namanya. Niatnya sih baik pingin bagi-bagi cerita yang bagus, terus dengan semangat menggebunya dia merekomendasikan cerita yang judulnya seperti diatas. Entah mungkin karena tidak puas dengan reaksi dari gw yang biasa-biasa aja ngedengernya, dia ingin membuat yakin dengan menceritakan sinopsis kisah tsb. Walhasil dengan kemampuan menceritakan seadanya dia masih belum bisa mendongkrak ketertarikan gw yang ada justru dia menceritakan keseluruhan ceritanya dari awal sampe akhir, sumpah spoilernya kebangetan, tetep aja ga bisa biking w excited. Sampe akhirnya gw dikasih aja link ama dia tentang cerita itu yang ada di kaskus.

Ditulis dengan gaya bahasa sehari-hari, membuat cerita ini begitu renyah disantap oleh berbagai macam tipe orang. Bahkan kesan awal yang saya tangkap dari cerita ini adalah membandingkan dan menyamakannya dengan novel-novel teen lite yang banyak dipegang ama cewe-cewe SMA galau.

Kisah ini merupakan kisah nyata tokoh utama yang bernama Nanda, bersama tiga orang sahabat SMAnya, Lisa, Putri, dan Ari. Berkisah tentang lika-liku kisah persahabatan dan cinta mereka saat berada di kelas 3 SMA. Cerita yang lebih mirip novel ini dipublikasikan melalui kaskus yang dibagi ke sejumlah part. Setiap partnya dapat membuat saya terus penasaran tentang lanjutan kisahnya. Ditambah lagi dengan konsep penulisan yang mempunyai alur maju mundur, kisah ini menjadi semakin menarik karena pembaca dibuat penasaran dengan apa yang akan dialami sang tokoh utama dalam dua waktu yang berbeda.

Kisah ini mempunyai pesan moral yang diselipkan secara tersurat di bagian-bagian akhirnya. Banyak juga dapat ditemui kata-kata mutiara yang tersaji dalam percakapan tokoh-tokoh yang ada didalamnya. Alhasil ini menjadi satu-satunya kisah yang bisa membuat saya hamper menangis, he… 😛 lebih sedih menurut gw dari Novel “Hafalan Shalat Delisha”, bukan filmnya yah, he….

Ini link cerita tersebut (klik aja digambar dibawah) :

Halal bi Halal Axivic Bandung

Bermula dari obrolan bersama Sensei, dan Dio melalui LINE, kami ingin mengadakan halal bi halal anak axivic yang ada di ITB. Tapi menurut gw kenapa ga sekalian aja ama anak UNPADnya? Latar belakangnya sih simpel karena sebenernya jarak antara UNPAD Jatinangor dengan Kampus ITB Bandung tidak terlalu jauh tapi belum pernah ada acara resmi yang secara khusus diadakan di Jatinangor, jadi menurutku ini bisa menjadi salah satu momentum untuk menginisiasi acara di Jatinangor.

Setelah Dio dan Sensei sepakat, akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan acara tsb pada hari Sabtu tanggal 24 Agustus sebelum hari pertama kuliah semester 5 di ITB mulai yakni hari senin tanggal 26. Namun karena jadwal masuk kuliah ITB yang lebih cepat satu minggu dibanding UNPAD Jatinangor, jadi hanya ada 4 anak Axivic UNPAD yang ada di Jatinangor. Bisa dibilang keputusan itu diambil secara sepihak saja oleh gw, Dio dan Sensei. Kenapa ga dimundurin aja? Nunggu anak UNPAD Jatinangornya pada balik lah, iya juga (piker gw). Tapi bentar temen-temen yang dari ITBnya gw yakin susah banget buat diajak kumpul kalo udah masuk minggu efektif kuliah, percaya deh, susah banget…. Udah pernah soalnya pas ngajakin kumpul buat foto studio (he…monolog yah maaf). Takutnya kalo diundur nanti malah Cuma jadi wacana, aarrrgghhh tidak…. cukup dengan daftar wacana yang sudah ada, intinya acara ini harus jadi. Dengan keegoisan gw, akhirnya gw meyakinkan Dio, Sensei, dan anak Nangor yang gw minta bantuannya saat itu Vini, dan Ojan kalau acara ini tetep jadi diadakan di Jatinangor.

Tidak hanya itu, ternyata ada masalah lagi, ada beberapa miscom yang menyebabkan jarkom tidak sampai ke semua anak Jatinangor, bahkan katanya ada yang ga tahu mau diadain acara ini. Oleh karena itu lewat tulisan ini secara pribadi saya memohon maaf atas semua kesalahan-kesalahan dalam penyelenggaran acara ini. Tidak lain harapan saya dengan adanya acara ini dapat menginisiasi terselenggaranya acara semacamnya di Jatinangor sehingga dapat terus memperat tali  silaturahmi keluarga Axivic.

Alhamdulillah, acara Halal bi Halal berjalan dengan lancar. Mungkin juga karena faktor traktiran dari Nasha dan Syarif yang baru saja ulang tahun. Terimakasih keduanya. Seharusnya sih ada acara sakralnya semacam salam-salaman keliling, tapi yah kalo sudah ngumpul Axivic bawaannya langsung ngobrol. Paling yang bisa bikin semuanya jadi tenang yakni acara makan bareng, he…. Habis makan dilanjutkan dengan main warewolf, Alhamdulillah semuanya ikut, dengan gw sebagai moderator. He…

Ohya ini nominasi yang dibuat gw secara pribadi :

  1. The most spirited Player: Rian Fakhrusy (semuanya dianalisis ama dia, bahkan ekspresi muka pemain-pemain diperhatiin ama dia satu-satu)
  2. The most Poker face      : Muchtar Adam Muachor (paling ga ketebak pas jadi warewolf, tapi sayang agak lola pas dapet warewolf)
  3. The most selfish doctor : Alvin Aulia Fardana (nyembuhin diri sendiri sampe dua kali dalam satu putaran sampe akhirnya mati gara-gara warewolf dan hunter sama-sama ngincer dia, he…)
  4. The most wanted : Syarif Hidayatullah (paling pingin dibunuh pertama kali setiap kali main.

Kuliahmu tuh enak, tinggal belajar


Image

Ceritanya saya tengah mencari seorang pembantu untuk mengurusi rumah kontrakan di Bandung. Walalupun rumah kontrakan itu dihuni oleh Saya dan 8 orang teman SMA saya, namun jumlah tersebut tidak menjamin program bersih-bersih kontrakan berjalan. Bukannya hanya diam, kami pernah membuat jadwal piket, menempel kalimat persuasif, tapi semua itu hanya berakhir dalam hitam diatas putih saja (wacana). Oleh karena itulah kami sepakat untuk mencari pembantu, dan saya diminta untuk mencari pembantu dari daerah saya, Brebes.

Berawal dari obrolan tentang pembantu bersama Ibu, Paman dan Bibi saya diruang keluarga. Cerita-cerita tentang masa-masa perkuliahan mereka hangat mengalir.

“Alhamdulillah, kamu mah enak iz, tugasmu tuh berarti tinggal belajar.” Paman saya memulai.

“Kita mah yah dulu buat makan aja susah” Bibi saya menambahkan cerita perjuangan semasa kuliahnya di Bandung bersama Ibu saya.

Umi menambahkan, “Bi Idah mah iz, dulu bikin kue sendiri, dimasukin ke kotak terus dijual dikampus, hasilnya yah buat kuliah” kini Bibi saya sukses dengan usaha kuenya yang beromset jutaan rupiah, dengan orderan dari teman-teman pengajiannya yang bahkan sering ditolak karena takut tidak bisa dipenuhi.

“alhamdulillah yah, anak-anak bisa tenang kuliah, kan minta laptop dibelikan, minta motor dikirim” Umi berkata sambil melirik ke arah saya.

“Makanya iz, kalo sampai belajarnya engga benar, berarti keterlaluan” kata Umi.

Entah kenapa kata-kata itu begitu mengena pada diri saya, mengingat ikhtiar belajar saya disemester kemarin yang masih belum maksimal. dan dibuktikan dengan hasil dalam Transkrip Nilai yang kuran memuaskan. Takutnya, hal ini nanti bakal ditanyakan di akhirat.

“Faiz, bagaimana kamu menggunakan rizki yang diberikan oleh Allah melalui orangtuamu dalam kuliah” terbayang oleh saya apakah seperti nanti, kira-kira pertanyaan yang keluar dari malaikat saat hari penimbangan amal.

Astaghfirullah, kalau-kalau dipikir memang benar mbokyo tinggal belajar apa susahnya, harusnya dengan fasilitas seperti ini itu saya tidak cuma bagus di perkuliahan, tapi juga ditambah nilai-nilai plus yang lain semacam hafaan quran, aktif organisasi. Kalo terus dipikir jadi ingat bagaimana waktu saya banyak terbuang untuk hal yang sia-sia. Padahal ilmuan-ilmuan muslim zaman dulu telah memberikan contoh yang jelas pengamalan dari kandungan surat Al-Ashr.

Kelemahan Seorang Wanita


Image

Kaum ‘feminis’ bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.

6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

2.Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal dunia karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung- jawabkan terhadap! 4 wanita, yaitu: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggung-jawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita!!

KELEMAHAN WANITA ITU ADALAH: “Wanita selalu lupa betapa berharga dirinya”

Kecupan Terakhir dari Nenek


Saya tidak menyangka setelah lama tidak memposting apa-apa, kini saya sangat ingin berbagi cerita tentang kematian Nenek saya. Saya biasa memanggil beliau dengan sapaan Ibu (selanjutnya saya beberapa kali mengganti kata Nenek dengan kata ganti Ibu). Pukul 15.00 tadi saya mendapat telpon dari Paman saya yang memberi kabar duka Nenek saya telah meninggal. Beliau adalah satu-satunya nenek yang berada dalam memori saya. Kakek dan Nenek saya yang lain telah meninggal saat Saya masih kecil atau bahkan saat saya belum lahir. Oleh sebab itu saya bahkan tidak ingat bagaimana wajah Mbah Wahud yang katanya dulu sering mengajak saya jalan-jalan menggunakan becak saat saya masih kecil.

Ibu, sosok Nenek yang sangat menyayangi cucu-cucunya

Saya sungguh mengagumi Ibu yang mempunyai semangat yang tinggi. Bahkan sampai akhir hayatnya beliau masih menjadi pedagang aktif. Di usianya yang sudah lanjut, beliau masih sering sekali bepergian jauh untuk mengunjungi rumah anak-anaknya yang tersebar di berbagai kota. Bagi beliau melihat cucu-cucunya bermain, mengaji, adalah hal yang bisa menggantikan seluruh kecapean yang didapat dari perjalanan yang jauh.

Ibu sering memberi uang ke cucu-cucunya, bahkan ke saya yang sudah kuliah ini. Pernah saat saya dikasih uang, saya bilang ke Nenek “bu, udah bu, masa Faiz masih dikasih uang, harusnya Faiz yang ngasih uang ke Ibu” kemudian Ibu menjawab dengan enteng “Udah….namanya Nenek pingin ngasih uang ke cucu”.

Kunjungan Ibu yang terakhir ke rumah

Dua hari yang kemarin Ibu berkunjung kerumahku, selama beberapa hari beliau menginap di rumah saya. Alhamdulillah momen Ramadhan ini telah banyak memberikan memori-memori yang indah bersama nenek Saya. Bersantap sahur bersama, berbuka puasa, dan bahkan beliau meminta saya untuk dibonceng ke musholla untuk shalat tarawih.

Kemarin saat Ibu berkunjung kerumah saya, Adik saya yang paling kecil, Sabiq, beberapa kali meminta uang kecil ke Ibu untuk beli jajan. Saya yang melihat itu langusng menasihati Sabiq, “biq, kok kamu sering minta uang ke Ibu sih” Ibu kembali menjawab “gapapa yah biq, Ibu pingin ngasih uang ke cucu, Ibu mah udah tua, tinggal beberapa hari lagi”.

Saat Ibu mau pamit pulang, Saya sedang tertidur di sofa ruang tengah. Selama Ramadhan ini hamper setiap hari Saya tidur sehabis shalat shubuh. Hari itu Saya masih tertidur sampai Saya terbangun oleh Ibu yang berpamitan dengan mengecup kening saya. Sempat kaget, tidak seperti biasanya Ibu membangunkan saya yang tidur saat mau pulang apalagi dengan mengecup kening saya. Namun saat itu saya benar-benar melihat Ibu yang begitu sayang ke cucunya.

Meninggal di Bulan Ramadhan

Kita sering mendengar bahwa saat bulan Ramadhan seluruh pintu surga dibuka dan pintu-pintu Neraka ditutup. saya meminta doa kepada para teman-teman kepada Nenek saya Ibu Hj Siti Hindun, mudah-mudahan nenek saya dibukakan semua pintu surga dan ditutupkan semua pintu neraka.

Kematian memang menjadi sebuah rahasia Allah, tidak ada yang tahu kapan kita akan dipanggil oleh Allah. Hal yang perlu  kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan kematian itu, karena kematian itu sangat dekat dengan kita. Untuk kita yang masih hidup saya berharap kita semua saling menyayangi orang-orang di sekitar kita. Bukankah Rosululloh telah mencontohkan kepada kita bagaimana sikap-sikap beliau yang menyayangi siapapun orang disekitarnya bahkan kepada orang-orang yang mencelakakannya. Oleh karena itu betapa indah hidup jika kita saling menyayangi, kita tidak pernah tah kapan orang disekitar kita atau kita sendiri akan meninggal karena itu sayangilah orang-orang disekitar kita, dan buatlah memori indah bersama mereka.

Tulisan ini dibuat dalam perjalanan menuju rumah duka, semoga tulisan ini menjadi rangkaian bentuk doa seorang cucu ke neneknya, dan menjadi amalan Ibu yang tidak terputus-putus.

Mengapa Sholat dan Sabar sering disebut bersamaan?


 

Image

Dalam ayat-ayat Quran sering kita jumpai kata sholat dan sabar yang disebut bersamaan. kira-kira apa maksudnya yah? Sayyid Quthub yang menulis Zhilal menafsirkan kedua kata yang beriiringan ini sebagai berikut.

Shalat, kata Sayyid, digandengakan sabar karena perpaduan ini merupakan mata air yang tak pernah kering dan bekal yang tak pernah habis. Mata air yang memperbaharui tenaga dan bekal yang membekali hati, sehingga tali kesabaran semakin panjang dan tidak mudah putus. Disamping kesabaran ditambahkan pula ridha, suka cita, tenang, percaya, dan yakin…

Shalat adalah hubungan langsung antara manusaia yang fana dan kekuatan yang abadi. Ia adalah waktu yang telah dipilih untuk pertemuan setetes air yang terputus dengan sumber yang tak pernah kering. Ia adalah kunci perbendaharaan yang mencukupi, memuaskan, dan melimpah. Ia adalah pembebasan dari batas-batas realita bumi yang kecil menuju realita alam raya. Ia adalah angin, embun, dan awan di siang hari bolong nan terik. Ia adalah sentuhan yang lembut pada hati yang letih dan payah. Itulah mengapa Rasululah sering bersabda:

Wahai Bilal, istirahatkan kami dengan shalat….

begitulah uraian dari Sayyid

Sumber : Buku “Nikmatnya Pacaran setelah Pernikahan” oleh Salim A. Fillah